Nuansa Baru Tarawih di Masjid Al-Mudzakirin Universitas Islam Syekh-Yusuf, Mahasiswa Ambil Peran Penuh
Masjid Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) kembali menggelar pelaksanaan sholat tarawih berjamaah dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan. Namun, suasana tarawih tahun ini terasa berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada tahun lalu Masjid UNIS menghadirkan ustadz dari luar kampus serta memaksimalkan peran para dosen sebagai imam, maka pada Ramadhan kali ini pengelolaan kegiatan tarawih sepenuhnya dipercayakan kepada mahasiswa. Mulai dari pengaturan jadwal, manajemen kegiatan, hingga penunjukan imam, seluruhnya dikelola oleh mahasiswa dengan melibatkan rekan-rekan sebaya mereka.
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya DKM Masjid al-Mudzakirin dalam memberikan ruang pembelajaran langsung (learning by doing) kepada mahasiswa, khususnya dalam bidang kepemimpinan, manajemen kegiatan keagamaan, serta penguatan kapasitas spiritual. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai peserta, tetapi juga sebagai penggerak utama kegiatan ibadah di lingkungan kampus.
Meski tanpa menghadirkan Imam dari luar seperti tahun sebelumnya, pelaksanaan tarawih tetap berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Para mahasiswa yang ditunjuk sebagai imam menunjukkan kesiapan dan kemampuan yang baik dalam memimpin sholat berjamaah. Hal ini sekaligus menjadi ajang pembuktian bahwa mahasiswa UNIS memiliki kompetensi dan kepercayaan diri untuk tampil di ruang publik.
Melalui model pelibatan aktif ini, mahasiswa mendapatkan banyak pelajaran berharga, mulai dari manajemen waktu, koordinasi tim, tanggung jawab, hingga keberanian memimpin. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal penting ketika mereka terjun langsung ke tengah masyarakat, baik sebagai tokoh agama, pendidik, maupun pemimpin di berbagai bidang.
Dengan semangat kolaborasi dan pemberdayaan mahasiswa, Masjid Universitas Islam Syekh-Yusuf tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter dan penguatan potensi generasi muda yang siap mengabdi untuk umat dan bangsa.